Ayat Ayat Cinta

Aku belum lagi membaca buku ini. Pertama kali mendengarnya melalui entri blog Universiti Terbuka PTS berkenaan buku ini. Baca entri-entri tersebut jika pengunjung baru pertama kali mendengar tentang novel cinta Islami ini.

Kemudian saya bergerak menyelusuri beberapa blog dan ulasan buku ini. Pastinya aku akan mencari buku ini dan merasai ‘kekuatan’ dan ‘keindahan’ yang dipersembahkan oleh ustaz Habiburrahman El Shirazi.

Sebahagian komen dari pembaca Indonesia tentang Ayat Ayat Cinta.

Dari judul dan covernya, “cinta” tampaknya menjadi topik utama. Tapi jangan membayangkan cinta akan dipertuhankan seperti roman2 cinta picisan, novel ini bukan tentang cinta seperti itu. Batasan akhlak dan etika Islam benar2 diberlakukan disini. Cinta yang penuh romansa baru dituturkan ketika telah dihalalkan, yakni saat Fahri telah menikah. Di awal hingga pertengahan aku bahkan sama sekali lupa kalau judulnya adalah “Ayat2 Cinta”. Dipetik dari http://qyu.blogspot.com/2005/02/ayat-ayat-cinta.html

Sih teringat sangat susah mencari buku yang satu ini. Dua kali saya mencarinya tetapi tidak menemukannya. Pertama, ketika diadakan pameran buku-buku Islami (Islamic Bookfair) di Goro Assalaam beberapa waktu lalu. Kata temanku, di CV Prisma buku ini dijual. Setelah melemparkan perhatian penuh ke deretan buku-buku di stan ini, tak menunjukkan bahwa buku ini ada. Akhirnya, atas remomendasi temanku itu, sayapun menanyakan langsung ke pembelinya. “Ayat Ayat Cinta? ada?” tanyaku. Sang penjaga stan terlihat sibuk mencari ke sejumlah arah buku. Tapi tak menemukan dan bertanya pada temannya untuk meyakinkan bahwa buku ini telah habis. Kemudian menjawab padaku, “Habis mas.” Dipetik dari http://imponk.blogsome.com/2005/03/02/

Reaksi Djamal D. Rahman (redaktur majalah sastra Horison) ketika membaca novel (yang masih belum jadi buku ini) begitu antusias. Keantusiasannya itu dibutikan dengan beberapa kali mendesak kepada penulisnya untuk mengikutseretakan novel ini dalam sayembera tersebut. Dipetik dari http://imponk.blogsome.com/2005/03/04/

“Jarang ada buku seperti ini. Saya tidak yakin akan ada novel serupa dari penulis muda Indonesia lainnya saat ini bahkan mungkin hingga beberapa puluh tahun ke depan. Begitu menyentuh. Begitu dalam. Dan begitu dewasa!”Mohammad Fauzil Adhim Psikologi dan Penulis Buku-buku Best Seller

“Jika Naguib Mahfuz menulis Mesir dari pandangan orang Mesir, maka Mesir kali ini ditulis dalam pandangan orang Indonesia. Novel ini ditulis oleh orang Indonesia yang paham betul seluk-beluk negeri itu, hingga ke detail-detail yang paling kecil. Ia hidup, berbaur dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari lalu menyerap spirit dan pengetahuan darinya, dan dituangkan dengan sepenuh hati dalam bentuk novel kaya. Ditulis dengan bahasa yang lancar, dengan tokoh-tokoh yang ‘hidup’ dan berkelebatan dalam berbagai karakter. Membaca novel ini seperti membuka cermin cakrawala yang terbuka…” Petikan dari http://www.republika.co.id/mypustaka/buku_detail.asp?id=44

Catatan.Ustaz Habiburrahman El Shirazy turut menulis dua buah buku, Pudarnya Pesona Cleopatra dan Di atas Sajadah Cinta.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: